Install MikroTik RouterOS pada VirtualBox

14.16 2 Comments
Kali ini saya mahasiswa Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung akan memposting Cara install MikroTik RouterOS pada VirtualBox untuk menjadi referensi saya jika besok-besok saya sudah lupa , kalian pasti bertanya kenapa saya tidak memakai Mikrotik router board? Dan kenapa saya mengistallnya di virtualbox bukan di pc? Simpel saja itu masalah keuangan internal saya ? baiklah kita akan berkenalan dengan MikroTik RouterOS sebelum lebih dalam lagi.

Mikrotik RouterOS adalah sebuah sistem operasi dan perangkat lunak yang digunakan untuk menjadikan komputer router network yang handal.

Karena kita sudah mengerti apa itu Microtik maka kita langsung saja ke tahap installasi sebelum instalasi kita harus menyipkan hardware virtual yang akan di install dengan VirtualBox

Mensetting virtual box untuk installasi 


1. Buka virtual box kalian
2. Lalu klik menu New atau baru  lalu isi nama , type kita isi linux saja karena pada dasarnnya Mikrotik adalah turunan linux dan versi nya kita buat ubuntu karena mikrotik tidak ada, lalu next.


3. Kita akan mensetting ram virtual yang diambil dari ram asli komputer kita karena itu jangan terlalu besar dalam mengatur ram sesuiakan saja karena kita akan mengistall MikroTik 256 MB saja sudah cukup, lalu next.



4. Lalu kita akan masuk ke penkonfigurasian hard disk virtual kita pilih pilihan kedua yaitu buat hard disk virtual sekarang, lalu pilih buat.

5. Lalu pada tipe hardisk pilih VDI (Virtual Disk Image) dan pilih lanjut.


6. Lalu pada menu penyimpanan pada hard disk kita pilih pilihan pertama yaitu Dialokasikan secara dinamik.

7. Pada menu lokasi dan ukuran berkas kita akan mengatur nama berkas harddisk dan mengatur ukuran VDI yang akan kita buat kita langsung next saja karena Vbox secara otomatis sudah mengaturnya. Dan ok saja kalau ada tampilan lagi


8. Lalu klik Virtual yang tadi kita buat lalu klik menu setting atau pengaturan.


9. Lalu masuk kedalam jaringan disini ada banyak interface yang akan akan ada pada Virtual kita setting adaptor 1 menjadi NAT agar Mikrotik kita terhubung dengan jaringan internet yang komputer kita milikilalu aktifkan adaptor 2 dengan centang pada fungsikan adaptor jaringan  dan setting menjadi menjadi adaptor hanya-host agar terhubung dengan komputer asli kita karena itu adafter virtualbox host-only network pada komputer harus diaktifkan lalu ok.



10. Lalu klik Virtual yang kita buat tadi pilih menu mulai.

Installasi Microtik RouterOS 


1. Maka akan muncul pilih disk awal mula kalian cari iso Mikrotik RouterOS kalian lalu pilih mulai .

2. Maka akan muncul package apa saja yang kita istall disini saya pilih semua dengan klik lombol “a” tanpa tanda petik



3. Lalu tekan tombol “i” untuk install lalu “n” tanpa tanda petik untuk menjaga konfigurasi awal   lalu continue? Tekan tombol “ y “ untuk menformat semua hard disk


4. Maka proses installasi akan berjalan jika sudah selesai maka akan muncul

Sofware instaled.
Press ENTER to reboot

Tekan enter  maka komputer akan reboot
Jika masuk ke proses installasi lagi maka klik kanan pada icon cd di pojok kanan bawah lalu hilangkan centang pada iso Mikrotik jika keluar pernyataan pilih paksa Unmount lalu klik menu mesin pilih reset lalu pilih reset lagi maka komputer virtual kita akan bootting melalui hardisk virtual kita bukan melalui cd iso Microtik.




5. Maka akan muncul seperti di bawah user standar Mikrotik adalah adalah admin dan tanpa password


6. Dan akhirnya Mikrotik RouterOS kita sudah terisntall




Sekian postingan saya kali ini jika ada kesalahan saya minta maaf dan saya ucapkan terima kasih karena sudah berkunjung ke blog saya . salam BLOGGER !!!

Konfigurasi SSH Server pada Router di Cisco Packet Tracer

08.32 Add Comment
Kali ini saya mahasiswa Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung akan memposting tentang cara konfigurasi SSH server pada Router  di Cisco Packet Tracer potingan kali ini merukapan lanjutan dari postingan sebelumnya . seperti biasa sebelum kita melangkah lebih jauh kita harus mengetahui apa itu  SSH?

SSH (Secure Shell) adalah sebuah protocol yang memberikan sebuah keamanan (enskripsi) berbasis koneksi command-line untuk meremote atau mengendalikan sebuah device. SSH umumnya digunakan dalam sistem berbasis UNIX. Pengaturan awal SSH menggunakan TCP port 22.
Jadi SSH server adalah sebuah server yang menyediakan layanan remote server yang terenkripsi dan berbasis command-line.

Oke kita langsung saja ke tahap selanjutnya :
Buatlah sebuah jaringan seperti gambar di bawah

Untuk membuat jaringan seperti di atas kalian dapat mengunjungi postingan terdahulu saya, yaitu :



Konfigurasi SSH pada Router Cisco 

klik router lalu masuk ke menu tag CLI jika muncul seprti dibawah enter saja
Press RETURN to get started!

Lalu enable router
Router>enable
Lalu coba kita cek apakah ssh sudah aktif atau belum aktif dengan
router#show ip ssh
SSH Disabled - version 1.99
%Please create RSA keys (of atleast 768 bits size) to enable SSH v2.
Authentication timeout: 120 secs; Authentication retries: 3

Lalu masuk kedalam configure terminal dengan
Router#configure terminal

Lalu ubah hostname router dengan
Router(config)#hostname polinela-router

Lalu masukan ip domain-name
polinela-router(config)#ip domain-name polinela.ac.id

Catatan : Kenapa kita mengatur hostname dan domain name karena kalau kita ingin mengaktifkan ssh dua hal itu harus di disetting terlebih dahulu.

Aktifkan password saat kita mengenable router agar saat kita mengaktifkan ssh kita dapat meremot server melalui client dengan protokol ssh
polinela-router(config)#enable password gede
Aktifkan ssh server dengan membuat file key generate rsa dengan script.
Besarnya bits modulus kita isi dengan 1024 bit.
polinela-router(config)#crypto key generate rsa
The name for the keys will be: polinela-router.polinela.ac.id
Choose the size of the key modulus in the range of 360 to 2048 for your
  General Purpose Keys. Choosing a key modulus greater than 512 may take
  a few minutes.
How many bits in the modulus [512]: 1024
% Generating 1024 bit RSA keys, keys will be non-exportable...[OK]
polinela-router(config)#

Untuk mendisable ssh dapat dilakukan dengan menghapus key generate rsa  dengan perintah
Crypto key zeroize rsa

Lalu ketik script seperti di bawah
polinela-router(config)#line vty 0 15

Arti dari line vty 0 15 artinya kita mengizinkan sebanyak 16 ssh sekaligus dalam waktu bersamaan.

Lalu atur transport input menjadi ssh
polinela-router(config-line)#transport input ?
  all     All protocols
  none    No protocols
  ssh     TCP/IP SSH protocol
  telnet  TCP/IP Telnet protocol
dengan cara
polinela-router(config-line)#transport input ssh

Lalu buat settingan yang mengharuskan memasukkan user dan password untuk masuk dengan script
polinela-router(config-line)#login local
Lalu ketik end
polinela-router(config-line)#end
 Lalu buat user ssh dengan
polinela-router(config)#username gede password gede
lalu save konfigurasi  dengan
polinela-router(config)#exit
polinela-router#write
Building configuration...
[OK]
Lebih lengkapnya kalian dapat melihat gambar di bawah hasil screen shoot dengan sniping tool




Testing ssh server di client

Buka client dengan klik gambar komputer client


Lalu buka command prompt seperti pada gambar

Lalub ketik
Ssh –l username iprouter
Lalu masukan password Seperti gambar di bawah
Catatan : pastikan user sudah terhubung dengan router agar tidak mengalami kesalahan seperti dibawah

Jika sudah seperti gambar diatas maka sudah benar.
Sekian postingan kali ini saya ucapkan terima kasih karena sudah berkunjung jika ada yang belum jelas atau ada kritik dan saran dapat berkomentar di bawah. Saya minta maaf jika ada kesalahan dalam postingan kali ini. Salam BLOGGER!!!

Setting Mail Server di Cisco Packet Tracer

15.19 8 Comments
Baiklah kali ini saya seorang Mahasiswa Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung akan melanjutkan postingan sebelumnya dan kita akan masuk ke dalam materi Cara Setting Mail Server di Cisco Packet Tracer . sebelum masuk lebih dalam kita harus tau apa itu mail server?

Mail Server merupakan sebuah layanan server yang memungkinkan untuk mengirim dan menerima e-mail dan attachment dalam sebuah jaringan.

Oke sebelum itu kalian harus membuat sebuah jaringan seperti di bawah



Untuk membuatnya kalian dapat membaca artikel terdahulu saya yaitu :
setting ip address static dan ip address dinamic membuat DHCP server di Cisco Packet Tracer
setting DNS Server dan Web server di Cisco Packet Tracer
setting FTP server di Cisco Packet Tracer

setting mail server 

Dan langsung saja kita masuk ke dalam proses nya:
Pertama, klik server yang akan di buat menjadi Mail Server


Kedua,  pilih tab menu Config > EMAIL


Ketiga, Aktifkan Mail server dengan mengklik on  pada SMTP Service dan POP3 Service, biasanya akan secara default sudah aktif.

Keempat, lalu isi domain name dengn mail.polinela.ac.id sesuai dengan yang kita isi pada DNS Server lalu klik set dan isikan username dan password seperti gambar di bawah kita buat 2 account mail untuk testing  kalau sudah selesai maka kita close





Testing Mail Server

Karena pensettinggan sudah selesai sekarang kita masuk ke pentestingan dengan menggunakan layanan e-mail pada 2 client client
setting
Your name : username
Email address : username@mail.polinela.ac.id
Incoming mail server : mail.polinela.ac.id
Outgoing mail server : mail.polinela.ac.id
Lalu isikan username dan password  seperti gambar di bawah

Catatan : pada incoming dan outgoing mail server kalian dapat isi dengan ip server mail yaitu 192.168.100.24
Pastikan kalian mengisi dengan benar karena jika ada yang salah kalian tidak bisa mengirim e-mail ke lain pc
Lalu save

Testing mengirim e-mail 

Pilih compose lalu isi  to dengan alamat email yang akan dituju dan subject di isi dengan judul lalu  isi pesan yang akan di kirim lalu send



Lalu pilih receive pad email yang kita tuju tadi lalu lihat hasilnya



Jika seperti di atas berarti sudah berhasil . Semuanya akan berjalan jika semua sudah disetting dengan benar yaitu ip server dan client yang didapat dari dhcp server dan dns server.
oke selesai sudah materi kali ini saya ucapkan terima kasih karena sudah berkunjung dan saya minta maaf jika ada kesalahan dalam postingan ini jika, belum jelas kalian dapat bertanya atau mengkritik atau memberikan saran di kolom komentar . Salam BLOGGER !!!

Setting FTP Server di Cisco Packet Tracer

14.52 5 Comments
Baiklah kali ini saya mahasiswa Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung akan melanjutkan postingan yang lalu dan masuk ke materi  cara setting FTP server di Cisco Packet Tracer. Sebelum itu kita harus tau dulu apa itu FTP Server.

FTP Server merupakan Suatu server yang memberikan layanan untuk saling transfer file antar sistem dalam satu jaringan.

Sebelum kita masuk ke dalam mensetting FTP server kita baut sebuah simulasi jaringan seperti gambar di bawah untuk mensettingnya kalian dapat mengunjuni postingan saya sebelumnya

setting ip address static dan ip address dinamic membuat DHCP server di Cisco Packet Tracer
setting DNS Server dan Web server di Cisco Packet Tracert

Setting FTP Server

Pertama, klik komputer server yang akan dijadikan FTP Server

Kedua, pilih config > FTP

Ketiga, kalian setting FTP server hidup dengan centang on tapi, secara umum FTP server akan otomatis disetting hidup lalu isi username dan password setelah itu tentukan hak akses user dengan mencentang read untuk membaca file, write untuk mengedit file, delete untuk menghapus file, rename untuk mengubah nama file, dan list. Kita dapat mencentang semua atau sebagian sesuai yang kita butuhkan.

Testing FTP server

Oke setting server sudah selesai kita langsung saja testing FTP Server melalui CMD client
Buka cmd pada client
Lalu pada cmd ketik
ftp ipserver
disini
ftp 192.168.100.23
atau  karena kita sudah mensetting DNS server
ftp ftp.polinela.ac.id
lalu masukan username [enter] dan masukan password [enter]
maka kalian akan masuk ke dalam ftp
seperti gambar di bawah :

oke selesai sudah materi kali ini saya ucapkan terima kasih karena sudah berkunjung dan saya minta maaf jika ada kesalahan dalam postingan ini jika, belum jelas kalian dapat bertanya atau mengkritik atau memberikan saran di kolom komentar . Salam BLOGGER !!!

Cara Setting DNS Server dan Web Server di Cisco Packet Tracer

13.44 5 Comments
Oke kali ini saya seorang mahasiswa Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung  akan melanjutkan postingan minggu yang lalu untuk masuk ke materi cara untuk menkonfigurasi atau mensetting DNS Server dan Web server di Cisco Packet Tracer.  Oke sebelum itu kita harus tau apa itu DNS server dan Web server :

 DNS Server

Domain Name system (DNS) Server merupakan sebuah sever yang berfungsi untuk menerjemahkan alamat IP kedalam suatu nama domain atau sebaliknya.

Web Server

Sebuah server yang memberikan layanan berupa halaman web dengan menggunakan protokol HTTP dan HTTPS
Semenjak terciptanya Internet pada tahun 1969 sebagai ARPANET. Internet berupa teks saja. Pada awal 1990-an, multimedia menjadi tersedia di Internet, dan pada 1989 tim berners lee  menemukan World Wide Web (web).

Karena kita sudah mengerti apa itu DNS Server dan Web Server. Kita langsung saja ke tahap selanjutnya

Intinya disini saya akan menggunakan satu komputer server untuk menjadi DNS server lalu menggunakan 2 komputer server sebagai web server  yaitu untuk web server polinela.ac.id dan sub domain mi.polinela.ac.id.

Pertama kalian buat sebuah jaringan seperti di gambar di bawah untuk penyettinggan ip kalian dapat melihat postingan sebelumnya tentang cara setting ip address static dan ip address dinamic membuat DHCP server di Cisco Packet Tracer.


Setting DNS server di Cisco Packet tracer


Langkah pertama, klik pada komputer untuk DNS server lalu pilih config > service > DNS  lalu setting DNS sever menjadi on  seperti gambar di bawah

Langkah kedua, disini kita akan membuat  beberapa domain yaitu
1. Polinela.ac.id dengan ip 192.168.100.21
2. Mi.Polinela.ac.id dengan ip 192.168.100.22
3. ftp.Polinela.ac.id dengan ip 192.168.100.23
4. Mail.Polinela.ac.id dengan ip 192.168.100.24
Semua kita setting type nya A Record  lakukan satu-persatu seperti gambar di bawah

Sehingga menjadi seperti gambar di bawah

Untuk mengecek apakan DNS Server berjalan atau tidak, dapat dilakukan dengan cara melakukan ping dari komputer client seperti gambar di bawah. Tapi kalian pastikan terlebih dahulu ip DNS server sudah tercantum di client




Jika sudah seperti di atas berarti sudah benar

Catatan : karena kita hanya menjadikan 1 komputer server ini sebagai DNS server maka off kan DNS server yang ada pada komputer server lainnya.

Setting Web Server di Cisco Packet Tracer


Kita akan mensetting web server pada sever polinela.ac.id dan mi.polinela.ac .id karena agar web server teralihkan ke kedua server tersebut maka matikan Web server pada DNS Server dengan cara klik server DNS lalu pilih config > http > lalu centang off pada http dan https seperti gambar di bawah


Lalu kita akan mensetting web server pada polinela.ac.id dengan klik komputer server polinela.ac.id lalu pilih config > http

Lalu aktifkan web server dengan mengklik on pada http dan https lalu ubah lah index html terserah kalian


Lakukan hal yang sama pada komputer server mi.polinela.ac.id seperti gambar di bawah


Oke sekarang finishing kita langsung cek apakah Web server sudah berjalan dengan baik atau tidak dengan mengetikan nama domain di web browser di client seperti di bawah



Jika sudah sama dengan diatas maka sudah benar lalu jika belum berhasil koment aja di bawah jika saya sempat saya bantu . sekian postingan terima kasih karena sudah berkunjung jika ada kesusahan silahkan coment di bawah saya mohon maaf jika masih banyak kerajinan. kali ini salam BLOOGER!!!

Saran artikel untuk Anda !

ASUS ZenBook UX333, UX433 & UX533 | The World's Smallest 13, 14, 15 Inch Laptop

Om Suastyastu, Sekarang ASUS sudah tidak asing lagi di telinga setiap orang. ASUS merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang...